
Dalam rangka membangun sinergitas lintas instansi, MIN 1 Sarolangun dikunjungi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS ) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sarolangun pada Rabu, 19 Februari 2025. Turun langsung dalam kegiatan bertajuk Sosialisasi Program ini Ketua BAZNAS Kabupaten Sarolangun Drs. H. Ahmad Zaidan D., MM. beserta beberapa staf, dan Sekretaris MUI Kabupaten Sarolangun H. Muhammad, S.Ag., M.Pd.I. Kepala MIN 1 Sarolangun, Dr. Almujahidin, M.Pd.I. menyambut langsung kedatangan tim ini kemudian memfasilitasinya untuk bersilaturrahmi serta berdialog dengan tenaga pendidik dan kependidikan.
Membuka dialog, Almujahidin mengucapkan terimakasih atas kunjungan dari tim dan menyemapiakan harapannya. “Saya berharap agar kunjungan ini menjadi pintu masuk terjalinnya sinergitas yang lebih kuat antara MIN, BAZNAS, dan MUI yang notabene adalah instansi yang bergerak di bidang yang berdampingan dalam area sosial keagamaan.â€
Menyambut harapan kepala madrasah tersebut, Ahmad Zaidan, setelah memaparkan program kerja, sasaran, dan capaian BAZNAS, berjanji akan berupaya secara proporsional untuk memfasilitasi dan memberikan support terhadap kegiatan-kegiatan di madrasah yang relevan dengan fungsi dari BAZNAS. “Tapi untuk itu kami juga memerlukan support dari bapak ibu, khususnya kontribusi dalam hal zakat, infak dan sadaqah. Kalau bisa di madrasah ini dibentuk Unit Pengumpul Zakat yang mengumpulkan dana ZIS yang potensial di madrasah, seperti zakat profesi dari Bapak ibu guru. Setelah terkumpul nanti dapat disetorkan ke BAZNAS. Dari situlah nanti kami bisa membantu kegiatan yang ada di madrasah. Jadi sifatnya dari anda untuk anda.†Ujar Zaidan.
Acara silaturrahmi dan dialog ditutup dengan pencerahan seputar Zakat Profesi oleh Sekretaris MUI Kabupaten Sarolangun, H. Muhammad. “Zakat adalah perintah Allah dan menjadi salah satu rukun Islam. Tapi zakat profesi adalah hasil ijtihadiyah yang muncul belakangan. Terkait zakat profesi ini, jika diterima dengan iman maka tidak akan ada keinginan dari kita untuk mencari-cari celah agar bisa bebas zakat. Tapi kalau dipikirkan dengan logika semata-mata maka akan ada banyak alasan orang untuk tidak membayarnya.†Terang Muhammad. “Oleh karenanya mari kita sikapi zakat profesi ini dengan iman. Yakinlah bahwa ini sangat berguna untuk membersihkan penghasilan kita dari profesi yang kita jalani, sebelum Tuhan yang membersihkannya.†Demikian pungkasnya.
|
1074x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Sarolangun dan Sekitarnya
Memuat tanggal...